Pelajaran dari Masa Sakit

 Di tempat itu aku berbaring setelah tubuhku dibuka dan disatukan kembali.

Rasa sakit datang apa adanya, tanpa drama, tanpa izin.

Setiap gerak mengingatkanku bahwa aku masih hidup, tapi belum sepenuhnya kuat.

Di sekitarku ada orang-orang yang sedang mempertaruhkan hari esoknya.

Ada yang menunggu kabar baik, ada yang bersiap menerima yang paling buruk.

Tak banyak bicara, tapi semua saling tahu: kami sama-sama sedang berjuang.

Aku melihat manusia apa adanya.

Ada yang sabar, ada yang marah, ada yang diam karena sudah terlalu lelah untuk bertanya.

Tidak ada topeng yang benar-benar bertahan di tempat seperti ini.

Dari hari-hari yang sunyi itu, aku belajar satu hal sederhana:

hidup bukan soal seberapa keras kita terlihat,

tapi seberapa lama kita bisa tetap bertahan saat semuanya terasa berat.

Dan sejak itu, caraku memandang waktu, orang lain, dan diriku sendiri tidak lagi sama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagian dari cerita yang telah selesai

Sunyi yang memintaku tinggal